««•»»
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of17
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=86&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#86:2
Surah Ath Thaariq 2
وَما أَدراكَ مَا الطّارِقُ
««•»»
wamaa adraaka maa alththaariqu
««•»»
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
««•»»
(and what will show you what is the nightly visitor?
««•»»
Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang aneh-aneh dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan, bahwa ada penciptanya Yang Maha Kuasa, tidak ada sekutu dalam menciptakannya.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari, sinarnya memecahkan kegelapan, petunjuk jalan kepada kita pada waktu gelap di bumi dam di laut, darinya dapat kita ketahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukan manusia dalam kehidupannya dan bintang tersebut adalah Bintang Surayya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
BINTANG THAARIQ
Maka datanglah ayat yang kedua:
“Dan adakah pengetahuan engkau, apakah yang mengetuk itu?”
Pertanyaan pada ayat yang kedua ini, sebagaimana banyak juga terdapat di beberapa ayat yang lain, ialah guna lebih menarik minat dan perhatian Rasulullah SAW kepada barang yang diambil sumpah oleh Allah itu. Dan kita pun sudah maklum bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah akan tahu mengapa maka Ath-Thariq atau pengetuk itu yang diambil jadi sumpah oleh Tuhan. Niscaya Nabi Muhammad lebih berminat menunggu keterangan dari Tuhan sendiri. Lalu Allah meneruskan firman-Nya memberitahukan apakah yang disebut Thariq itu:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Tahukah kamu) artinya apakah kamu mengetahui (apakah yang datang pada malam hari itu?) lafal Maa adalah Mubtada sedangkan lafal Ath-Thaariq adalah Khabarnya, kedua lafal tersebut berkedudukan menjadi Maf`ul kedua dari lafal Adraa. Lafal Maa yang kedua juga menjadi Khabar dari lafal Maa yang pertama, di dalamnya terkandung makna yang menjelaskan kedudukan Ath-Thaariq yang agung itu; selanjutnya pengertian Ath-Thaariq dijelaskan oleh firman berikutnya.
««•»»
And what will tell you what the night-visitor is? (mā’l-tāriq is a subject and predicate, standing as the second object of [the verb] adrā, ‘tell’; and what comes after the first mā, ‘what’, is the predicate thereof [of this first mā]) — this [statement] emphasises the magnificence of the ‘night-visitor’, which is explained in what follows. It is:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»وَما أَدراكَ مَا الطّارِقُ
««•»»
wamaa adraaka maa alththaariqu
««•»»
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
««•»»
(and what will show you what is the nightly visitor?
««•»»
Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang aneh-aneh dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan, bahwa ada penciptanya Yang Maha Kuasa, tidak ada sekutu dalam menciptakannya.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari, sinarnya memecahkan kegelapan, petunjuk jalan kepada kita pada waktu gelap di bumi dam di laut, darinya dapat kita ketahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukan manusia dalam kehidupannya dan bintang tersebut adalah Bintang Surayya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
BINTANG THAARIQ
Maka datanglah ayat yang kedua:
“Dan adakah pengetahuan engkau, apakah yang mengetuk itu?”
Pertanyaan pada ayat yang kedua ini, sebagaimana banyak juga terdapat di beberapa ayat yang lain, ialah guna lebih menarik minat dan perhatian Rasulullah SAW kepada barang yang diambil sumpah oleh Allah itu. Dan kita pun sudah maklum bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah akan tahu mengapa maka Ath-Thariq atau pengetuk itu yang diambil jadi sumpah oleh Tuhan. Niscaya Nabi Muhammad lebih berminat menunggu keterangan dari Tuhan sendiri. Lalu Allah meneruskan firman-Nya memberitahukan apakah yang disebut Thariq itu:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Tahukah kamu) artinya apakah kamu mengetahui (apakah yang datang pada malam hari itu?) lafal Maa adalah Mubtada sedangkan lafal Ath-Thaariq adalah Khabarnya, kedua lafal tersebut berkedudukan menjadi Maf`ul kedua dari lafal Adraa. Lafal Maa yang kedua juga menjadi Khabar dari lafal Maa yang pertama, di dalamnya terkandung makna yang menjelaskan kedudukan Ath-Thaariq yang agung itu; selanjutnya pengertian Ath-Thaariq dijelaskan oleh firman berikutnya.
««•»»
And what will tell you what the night-visitor is? (mā’l-tāriq is a subject and predicate, standing as the second object of [the verb] adrā, ‘tell’; and what comes after the first mā, ‘what’, is the predicate thereof [of this first mā]) — this [statement] emphasises the magnificence of the ‘night-visitor’, which is explained in what follows. It is:
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of17
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=86&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#86:2


Tidak ada komentar:
Posting Komentar