««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of17
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=86&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#86:3
Surah Ath Thaariq 3
النَّجمُ الثّاقِبُ
««•»»
alnnajmu altstsaaqibu
««•»»
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
««•»»
It is the brilliant star:
««•»»
Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang aneh-aneh dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan, bahwa ada penciptanya Yang Maha Kuasa, tidak ada sekutu dalam menciptakannya.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari, sinarnya memecahkan kegelapan, petunjuk jalan kepada kita pada waktu gelap di bumi dam di laut, darinya dapat kita ketahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukan manusia dalam kehidupannya dan bintang tersebut adalah Bintang Surayya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
BINTANG THAARIQ
Ath-Thariq ialah:
“Suatu bintang yang menembus.”
Dapatlah diambil kesimpulan dari deretan ketiga ayat ini, bahwa di alam cakrawala itu ada suatu bintang yang melancar dengan keras dan cepat, laksana mengetuk pintu yang terkunci sehingga orang yang enak tidur jadi terbangun. Sifatnya ialah menembus. Yang ditembusnya ialah kegelapan malam. Bila bintang yang bergerak cepat itu lalu di dalam gelap gulita, tembuslah kegelapan itu dan timbullah cahaya di kelilingnya.
Dan kadang-kadang kita pun dapat menyaksikan bintang-bintang Thariq itu bila langit jernih di tengah malam, dan bintang-bintang bercahaya berkelap-kelip. Kadang-kadang jelas sekali melintas satu bintang comet, cepat sekali. Ditembusnya kegelapan malam.
Lalu rahasia ini dibukakan oleh ahli-ahli tafsir. Bahwa Ath-Thariq itu adalah perumpamaan belaka daripada kedatangan Jibril ke atas dunia ini, membawa wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Cepat sekali, karena malaikat itu adalah Nur, atau cahaya. Ilmu pengetahuan tentang alam ini telah didapat serba sedikit oleh manusia, bahwa kecepatan perjalanan cahaya itu adalah 180.000 mil dalam satu detik! Kecepatan malaikat seratus kali dari itu. Dia melayang dengan cepatnya, menembus kegelapan malam. Atau kegelapan alam fikiran manusia yang telah diliputi oleh jahiliyah, tak ada pedoman hidup lagi. Dia mengetuk hati yang telah membeku dan membatu.
Inilah isi sumpah. Yang disumpahkan ialah Bintang. Namun dia lebih tinggi dari segi rohnya dari bintang itu sendiri.
Coba perhatikan susunan letak Surat. Ujung Surat Al-Buruuj (85) menyatakan Al-Qur’an tersimpan dan terpelihara pangkal Surat Ath-Thariq (86) ialah kiasan tentang Cahaya turunnya Jibril menembus kegelapan malam mengantar wahyu kepada Muhammad SAW.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yaitu bintang) yakni bintang Tsurayya, atau semua bintang (yang cahayanya menembus) kegelapan malam. Yang menjadi Jawab Qasam ialah:
««•»»
The piercing, the brilliant, because of its piercing the darkness with its light, star!, meaning [the constellation] Pleiades; or [it refers to] all stars (the response to the oath [follows]):
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»النَّجمُ الثّاقِبُ
««•»»
alnnajmu altstsaaqibu
««•»»
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
««•»»
It is the brilliant star:
««•»»
Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang aneh-aneh dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan, bahwa ada penciptanya Yang Maha Kuasa, tidak ada sekutu dalam menciptakannya.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari, sinarnya memecahkan kegelapan, petunjuk jalan kepada kita pada waktu gelap di bumi dam di laut, darinya dapat kita ketahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukan manusia dalam kehidupannya dan bintang tersebut adalah Bintang Surayya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
BINTANG THAARIQ
Ath-Thariq ialah:
“Suatu bintang yang menembus.”
Dapatlah diambil kesimpulan dari deretan ketiga ayat ini, bahwa di alam cakrawala itu ada suatu bintang yang melancar dengan keras dan cepat, laksana mengetuk pintu yang terkunci sehingga orang yang enak tidur jadi terbangun. Sifatnya ialah menembus. Yang ditembusnya ialah kegelapan malam. Bila bintang yang bergerak cepat itu lalu di dalam gelap gulita, tembuslah kegelapan itu dan timbullah cahaya di kelilingnya.
Dan kadang-kadang kita pun dapat menyaksikan bintang-bintang Thariq itu bila langit jernih di tengah malam, dan bintang-bintang bercahaya berkelap-kelip. Kadang-kadang jelas sekali melintas satu bintang comet, cepat sekali. Ditembusnya kegelapan malam.
Lalu rahasia ini dibukakan oleh ahli-ahli tafsir. Bahwa Ath-Thariq itu adalah perumpamaan belaka daripada kedatangan Jibril ke atas dunia ini, membawa wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Cepat sekali, karena malaikat itu adalah Nur, atau cahaya. Ilmu pengetahuan tentang alam ini telah didapat serba sedikit oleh manusia, bahwa kecepatan perjalanan cahaya itu adalah 180.000 mil dalam satu detik! Kecepatan malaikat seratus kali dari itu. Dia melayang dengan cepatnya, menembus kegelapan malam. Atau kegelapan alam fikiran manusia yang telah diliputi oleh jahiliyah, tak ada pedoman hidup lagi. Dia mengetuk hati yang telah membeku dan membatu.
Inilah isi sumpah. Yang disumpahkan ialah Bintang. Namun dia lebih tinggi dari segi rohnya dari bintang itu sendiri.
Coba perhatikan susunan letak Surat. Ujung Surat Al-Buruuj (85) menyatakan Al-Qur’an tersimpan dan terpelihara pangkal Surat Ath-Thariq (86) ialah kiasan tentang Cahaya turunnya Jibril menembus kegelapan malam mengantar wahyu kepada Muhammad SAW.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yaitu bintang) yakni bintang Tsurayya, atau semua bintang (yang cahayanya menembus) kegelapan malam. Yang menjadi Jawab Qasam ialah:
««•»»
The piercing, the brilliant, because of its piercing the darkness with its light, star!, meaning [the constellation] Pleiades; or [it refers to] all stars (the response to the oath [follows]):
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of17
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=86&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#86:3


Tidak ada komentar:
Posting Komentar