Senin, 31 Agustus 2015

[086] Ath Thaariq Ayat 005

««•»»
Surah Ath Thaariq 5

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
««•»»
falyanzhuri al-insaanu mimma khuliqa
««•»»
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
««•»»
So let man consider from what he was created.
««•»»

Pada ayat ini Allah memerintahkan, hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan. Hal ini berarti bahwa Allah memerintahkan manusia berpikir dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dari apa ia dijadikan sehingga kemudian ia dapat mengetahui kekuasaan penciptanya dan dengan demikian dapat mengetahui pula bahwa bila penciptanya dapat menjadikan dari bahan yang tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya kehidupan sedikitpun, maka tentulah Ia akan lebih mudah menghidupkannya kembali.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

RENUNGKANLAH DARI MANA ASALMU
“Maka hendaklah memandang manusia.” (pangkal ayat 5). Hendaklah manusia merenungkan, memikirkan atau memandang dengan mata hati kepada keadaan yang terlindung di balik kenyataan, padahal dari sana asal kenyataan itu; perhatikanlah: “Dari apakah dia diciptakan.” (ujung ayat 5).

Engkau yang telah bertubuh gagah ini, atau manusia yang mabuk dengan kedudukan dan kemegahan, yang menyangka bahwa dunia ini telah dapat dikuasainya; perhatikanlah daripada asal mula engkau jadi.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka hendaklah manusia memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi dengan mempelajarinya (dari apakah dia diciptakan?) artinya berasal dari apakah dia tercipta?
««•»»
So let man consider, by way of reflection, from what he was created, from what thing:

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Nabi saw. apabila kedatangan malaikat Jibril membawa wahyu, maka sebelum Malaikat Jibril selesai menyampaikan wahyu tersebut, Nabi saw. telah mulai membacanya dari awal, karena khawatir lupa, maka Allah menurunkan firman-Nya, "Kami akan membacakan (Alquran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa."
(QS. Al A'laa [87]:6)

Di dalam sanad hadis ini terdapat Juwaibir yang dikenal sebagai perawi yang amat dhaif atau amat lemah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of17
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=86&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#86:5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar